Apakah Anda Kekasih Allah atau Pelacur?


oleh David Ryser

*Beberapa tahun yang lalu, saya mendapatkan kesempatan istimewa untuk
mengajar di sebuah sekolah pelayanan. Para mahasiswa saya sangat lapar akan
Tuhan, dan saya selalu mencari cara-cara untuk menantang mereka agar jatuh
cinta
kepada Tuhan Yesus lebih lagi dan menjadi suara kebangkitan dalam
gereja. Saya menemukan suatu pernyataan yang berasal dari Pdt. Sam Pascoe.
Pernyataan itu merupakan sejarah singkat kekristenan: *“Kekristenan bermula
di Palestina sebagai persekutuan, berpindah ke Yunani sebagai sebuah
filsafat, berpindah ke Itali dan menjadi sebuah lembaga gereja, berpindah ke
Eropa dadn menjadi sebuah kebudayaan Kristen, berpindah ke Amerika Serikat
dan menjadi sebuah badan usaha.”* Beberapa mahasiswa baru berusia 18 atau 19
tahun, sudah cukup besar, dan saya ingin mereka mengerti dan menghargai
bagian kalimat terakhir itu, sehingga untuk menegaskannya saya tambahkan,
“Badan usaha. Itulah bisnis.”

Setelah beberapa saat Martha, mahasiswa paling muda di kelas itu, mengangkat
tangannya. Saya tak dapat membayangkan apa yang akan ditanyakannya. Saya
pikir gambaran yang saya berikan sudah cukup jelas, dan saya pikir saya
telah berhasil membuat mereka jelas. Namun demikian, saya menanggapi
keinginan Martha untuk bertanya, sehingga saya berkata, “Ya, Martha.” Dia
bertanya sebuah pertanyaan yang sederhana, “Bisnis? Bukankah kekristenan
seharusnya menjadi sebuah tubuh?” Saya tak dapat membayangkan kemana arah
pertanyaan ini, dan jawaban yang dapat saya hanya pikirkan adalah, “Ya,
benar.” Kemudian dia melanjutkan, *“Tetapi ketika sebuah tubuh menjadi
bisnis, bukankah hal itu merupakan pelacuran?” *

Ruangan kelas itu menjadi sunyi senyap. Selama beberapa detik tak ada
seorangpun yang bergerak atau berkata-kata. Kami semua terperangah, takut
mengeluarkan suara karena kehadiran Allah telah melanda ruangan kelas, dan
kami tahu bahwa kami sedang berdiri di tempat kudus. Segala yang dapat saya
pikirkan dalam saat-saat kudus itu adalah, “Wow, andaikan saja saya berpikir
demikian.” Saya tak berani mengungkapkan pemikiran itu terang-terangan.
Allah telah mengambil alih ruangan kelas itu. Pertanyaan Martha telah
mengubah kehidupan saya. Selama enam bulan, saya memikirkan pertanyaan
Martha paling tidak sekali setiap hari. “Ketika sebuah tubuh menjadi bisnis,
bukankah itu pelacuran?” Hanya ada satu jawaban bagi pertanyaannya.
Jawabannya adalah “Ya.” Gereja-gereja di Amerika Serikat kebanyakan, yang
sangat menyedihkan, telah dipenuhi jemaat yang tidak mengasihi Allah.
Bagaimana kita mengasihi Dia? Kita bahkan tidak mengenal-Nya; dan yang saya
maksud adalah sungguh-sungguh mengenal Dia.

Apa yang saya maksud ketika saya katakan “sungguh-sungguh mengenal Dia?”
Pengertian kita tentang mengenal dan mengetahui berasal dari kebudayaan
Barat (yang berasal dari pemikiran filsafat Yunani kuno). Kita menganggap
kita telah memperoleh pengetahuan (dan selanjutnya memperoleh hikmat) ketika
kita telah berhasil mengumpulkan banyak informasi. Sekumpulan informasi
bukanlah pengetahuan, khususnya menurut kebudayaan Alkitab (yang merupakan
kebudayaan Timur, bukan Yunani). Dalam budaya Timur, semua pengetahuan
diperoleh dari pengalaman, bukan dari pengumpulan informasi. Dalam budaya
Yunani atau Barat, kita mendapatkan kesimpulan bukan hanya dari pengalaman,
begitulah pola pemikiran kita. Sebuah contoh mungkin dapat menolong kita
memahami hal ini. Marilah kita mengajukan sebuah pertanyaan berdasarkan dua
pernyataan berikut: Pertama, gandum tidak tumbuh di daerah yang beriklim
dingin dan kedua, Inggris mempunyai iklim dingin. Pertanyaannya adalah:
Apakah gandum tumbuh di Inggris? Kebanyakan orang dari kebudayaan
Barat/Yunani akan menjawab, “Tidak. Jika gandum tidak tumbuh di daerah
beriklim dingin dan Inggris memiliki iklim dingin, maka kesimpulannya gandum
tidak tumbuh di Inggris. Di dalam budaya Timur, jawaban bagi pertanyaan yang
sama, berdasarkan dua pernyataan yang sama, jawabannya mungkin akan seperti
ini: “Tidak tahu. Saya belum pernah ke Inggris.” Kita mungkin akan
menertawakan jawaban seperti itu, tetapi ketika saya mengajukan pertanyaan
itu kepada teman-teman saya yang tinggal di Inggris, jawaban mereka adalah:
“Ya, gandum tumbuh di Inggris. Kami berasal dari Inggris, dan kami tahu
bahwa gandum tumbuh di sana.” Mereka mengabaikan cara berpikir Barat karena
mereka telah mengalami apa yang mereka tahu. Pengalaman menghasilkan
informasi ketika pengalaman menjadi pengetahuan.

Persoalan yang mirip timbul dalam konsep keyakinan kita. Kita katakan kita
percaya sesuatu (atau seseorang) terlepas dari pengalaman pribadi kita.
Pengertian percaya ini tidak kita berikan kepada pialang saham kita. Sekali
lagi, izinkan saya menjelaskan. Anggaplah bahwa pialang saham saya menelpon
saya dan berkata, “Saya punya nasihat paling hebat tentang suatu saham yang
harganya akan naik tiga kali lipat dalam waktu seminggu. Saya harap Anda mau
mentransfer $ 10.000 untuk membeli saham ini.” Bagi saya itu adalah jumlah
uang yang besar, sehingga saya bertanya, “Apakah Anda benar-benar percaya
bahwa harga saham ini akan naik tiga kali lipat, dan dalam waktu cepat?” Dia
menjawab, “Saya yakin sekali.” Saya tanya lagi, “Wah, bagus sekali. Betapa
menarik. Jadi, berapa banyak uang Anda sendiri yang sudah Anda investasikan
pada saham yang akan naik tiga kali lipat dalam waktu seminggu ini?” Dia
menjawab, “Tak ada.” Apakah pialang saya benar-benar percaya tentang saham
yang akan naik tiga kali lipat dalam waktu seminggu itu? Apakah dia
sungguh-sungguh percaya? Saya pikir tidak, dan tiba-tiba saya tidak percaya
juga. Bagaimana mungkin kita begitu teliti mengenai perkara-perkara di dunia
ini, khususnya ketika berurusan dengan uang, dan kita begitu tidak peduli
ketika berurusan dengan perkara-perkara rohani? Kenyataannya, kita tidak
tahu atau tidak percaya tanpa kita mengalami. Alkitab ditulis bagi
orang-orang yang tidak mungkin mengerti konsep pengetahuan, keyakinan, dan
iman tanpa mengalaminya terlebih dahulu. Saya pikir Allah berpikir dengan
cara demikian juga.

Jadi, saya tetap pada pendirian saya bahwa kebanyakan orang-orang Kristen di
Amerika Serikat tidak mengenal Allah, dan kurang mengasihi Dia. Segala
penyebab dari keadaan ini berasal dari cara kita datang kepada Allah.
Kebanyakan di antara kita datang kepada Dia karena apa yang orang-orang
katakan kepada kita apa yang akan Dia lakukan kepada kita. Kita dijanjikan
bahwa Dia akan memberkati kita dalam kehidupan dan membawa kita ke sorga
setelah kematian. Kita memilih Dia karena uang dan berkat yang dapat kita
raih, tak peduli apakah Dia senang atau tidak, asalkan kita mendapatkan
sesuatu dari Dia. Kita telah menyulap kerajaan Allah menjadi badan usaha,
memperjual-belikan urapan-Nya. Sekali-kali janganlah hal ini terjadi! Kita
telah diperintahkian untuk mengasihi Allah, dan kita dipanggil untuk menjadi
Mempelai Kristus – itu adalah hubungan yang paling intim. Seharusnya kita
menjadi kekasih-kekasih- Nya. Bagaimana kita mengasihi seseorang yang bahkan
kita tidak kenal? Dan meskipun kita mengenal seseorang, apakah ada jaminan
bahwa kita sungguh-sungguh mengasihinya? Apakah kita ini kekasih-kekasih
Allah atau para pelacur?

Saya terus merenungkan pertanyaan Martha di atas pada suatu hari, dan mulai
merenungkan apa perbedaan antara kekasih dan pelacur? Saya menyadari bahwa
keduanya memiliki banyak persamaan, tetapi seorang kekasih melakukan apa
yang dia lakukan karena dia mengasihi. Seorang pelacur berpura-pura
mengasihi, selama Anda mau membayarnya. Kemudian saya bertanya lagi, “Apa
yang akan terjadi kalau Tuhan berhenti memberikan sesuatu kepada kita?”

Selama beberapa bulan berikutnya, saya mengizinkan Allah untuk menyelidiki
diri saya agar mengungkapkan motif-motif saya dalam mengasihi dan melayani
Dia. Apakah saya sungguh-sungguh seorang yang mengasihi Dia? Apa yang akan
terjadi seandainya Dia berhenti memberkati saya? Bagaimana kalau Dia tidak
melakukan sesuatu bagi saya? Apakah saya masih mengasihi Dia? Pahamilah,
saya percaya akan janji-janji dan berkat-berkat dari Allah. Persoalannya di
sini bukanlah apakah Allah memberkati anak-anak-Nya atau tidak; masalahnya
di sini bagaimana kondisi hati kita. Apa alasannya saya melayani Dia? Apakah
berkat-berkat- Nya yang saya terima dalam kehidupan ini merupakan kasih
karunia dari seorang Bapa yang penuh kasih, atau merupakan ganjaran atau
upah yang saya patut terima atau uang sogok untuk mengasihi Dia? Apakah saya
mengasihi Allah tanpa syarat? Hal ini memerlukan waktu beberapa bulan untuk
menjawab pertanyaan-pertanya an itu. Bahkan sekarangpun saya masih
menyelidiki apakah keinginan saya untuk mengasihi Allah selalu berpadanan
dengan sikap dan tingkah laku saya. Saya sering mendapati diri saya kecewa
terhadap Allah dan bahkan marah terhadap-Nya manakala Dia tidak memenuhi apa
yang saya anggap saya butuhkan. Saya curiga hal ini adalah sesuatu yang
belum saya selesaikan sungguh-sungguh, tetapi saya sungguh-sungguh ingin
menjadi kekasih Allah yang sejati lebih dari apapun yang lain.

Jadi, kita ini akan menjadi apa? Apakah kita akan menjadi kekasih Allah atau
pelacur? Tak ada pelacur di sorga, atau di kerajaan Allah, meskipun ada
banyak bekas pelacur di kedua tempat itu. Meskipun kita bekas pelacur, kita
harus menyadari bahwa tak ada pengganti bagi hubungan yang sangat intim dan
tanpa syarat dengan Allah. Dan saya juga mengartikan tak ada pilihan bagi
kita, selain menjadi kekasih Allah yang sejati. Kita harus memilih. Naskah
dalam bahasa Inggris ditulis oleh David Ryser, email dikirim oleh sdr.
pttwr, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian,

http://pentas- kesaksian. blogspot. com pada tanggal 28 Juni 2009.

Kekristenan dan Ilmu-ilmu Alam

oleh: Ev. R. B. G. Steve Hendra, S.T., M.Div.

Banyak orang berkata dewasa ini, bahwa ada suatu jurang raksasa antara Agama dan Ilmu Pengetahuan, yang tidak mungkin dijembatani oleh siapa pun. Jurang ini menurut mereka sangat besar, khususnya jika kita berbicara tentang ilmu-ilmu alam. Dibandingkan Agama semua yang ada dalam ilmu-ilmu alam nampak begitu jelas dan tertentu. Maka jika semua sudah begitu pasti, apa perbedaan yang dapat kita buat dengan Kekristenan? Apakah kita Kristen, Islam, Buddha atau bahkan Ateis, hal itu tidak ada pengaruhnya dalam ilmu-ilmu alam. Air di tempat yang rata akan cenderung mengalir ke tempat yang lebih rendah, tidak tergantung apakah kita seorang Kristen atau bukan. Tetapi apakah benar, bahwa Agama tidak ada perannya dalam ilmu-ilmu alam? (Pada tulisan ini saya membatasi diri hanya pada Kekristenan, khususnya pada Theologi Reformed, yang saya dalami. Alasannya adalah ada banyak agama dan theologi yang saya tidak di dalamnya).

Di sini kita harus pertama-tama menjelaskan arti dari beberapa ungkapan, sebelum saya dapat menunjukkan posisi saya dan menjawab pertanyaan tersebut. Setelah saya memberikan jawaban saya, saya akan menyatakan ide integrasi saya antara Kekristenan dan ilmu-ilmu alam.

Sebelum saya mulai, ijinkan saya mengajukan pertanyaan yang bagi saya mengganggu. Pertanyaanya adalah sebagai berikut: Jika memang benar bahwa agama tidak mempunyai peran dalam ilmu-ilmu alam, mengapa banyak ilmuwan yang ateist mengambil posisi religius sebagai Ateist? Dan mengapa mereka harus memperjuangkan posisi religiusnya dalam ilmu-ilmu alam? Jika tidak ada relasi antara keduanya, mengapa mereka melakukannya? Di sini saya cuma mencoba menunjukkan bahwa anggapan tersebut adalah suatu kesalahan. Ada suatu relasi yang penting diantara keduanya. Tapi relasi seperti apa? Kita akan membicarakannya dan saya menyumbangkan ide saya untuk menyelesaikan masalah ini.

I. Penjelasan dari Ungkapan-ungkapan

Ilmu Pengetahuan. Ilmu pengetahuan kita mengerti sebagai suatu Disiplin, yang mengandung banyak data dan memahaminya dalam suatu relasi tertentu, untuk menjelaskan realitas. Untuk tujuan ini orang menggunakan di dalamnya banyak anggapan, teori, paradigma, dll. Ilmu pengetahuan berkembang melalui suatu prosedur tertentu, yang disebut metode ilmiah. Ilmu pengetahuan membatasi diri pada bidangnya. Karena pengertian-pengerti an ini orang dapat mengatakan bahwa suatu teori dalam suatu ilmu pengetahuan lebih baik, (1) jika dia dapat menjelaskan banyak kejadian, (2) jika dia dapat meramalkan banyak kejadian yang akan terjadi di masa datang, dan (3) jika dia dapat dikembangkan.

Teori. Teori adalah suatu formulasi penjelasan terhadap suatu kenyataan tertentu yang dibangun secara sengaja dalam ilmu pengetahuan. Suatu teori mengaju pada suatu tahap penjelasan tertentu, yang kebenarannya sudah diuji melalui cara tertentu, yaitu Metode Ilmiah. Jika Axioma karena mengacu pada suatu kenyataan sederhana yang bersifat teruji dengan sendirinya, sebaliknya untuk menjelaskan kenyataan yang rumit orang harus memformulasikan teori dan mengujinya. Untuk membangun teori, orang tidak dapat berurusan dengan data-data saja, melainkan logika, worldview dan semangat zaman memainkan peranan penting di dalamnya. Suatu teori lebih pasti daripada hipotesa tetapi kurang pasti jika dibandingkan hukum atau axioma.

Paradigma. Suatu teori, yang dibangun dan diterima, tergantung juga pada paradigma-pradigma yang berlaku dalam ilmu pengetahuan tersebut. Paradigma pada dasarnya juga adalah teori, yang kebenarannya sudah diterima secara luas.

Alam. Alam dimengerti para ilmuwan sebagai suatu kombinasi dari hukum-hukum, yang sudah pasti dan berlaku untuk menata semua kenyataan dalam alam semesta. Tetapi jika mereka mendapati sesuatu yang tidak taat kepada hukum tadi, mereka menyebutnya “kenyataan.” Di sini jelas bagi kita, bahwa kenyataan dan alam di kalangan ilmuwan berbeda, dan arti dari kata “kenyataan” lebih luas daripada arti dari kata “alam.” Hal ini perlu diperhatikan di sini.

Agama. Agama bagi saya adalah kata yang mempunyai beberapa arti. “Agama” dapat mengacu pada Institusi yang memiliki kitab suci, nabi, pengikut yang percaya, dll. Pengertian lain dari kata tersebut adalah suatu iman yang dipegang kuat dan menurutnya seseorang mengarahkan hidupnya. Ateisme termasuk juga dalam pengertian yang kedua. Jika saya mengatakan bahwa saya adalah seorang Kristen, maka kalimat saya mengacu pada pengertian kedua dari kata “agama.” (Saya juga mengerti disini, bahwa jika saya seorang Kristen, maka saya termasuk dalam bagian dari Kekristenan sebagai suatu Institusi.) Iman kepercayaan tersebut bagi theologi Reformed berasal dari sense of divinity, yang dimiliki semua manusia sebagai ciptaan yang dicipta menurut gambar Allah. Tidak ada orang yang dapat hidup tanpa kepercayaan seperti itu.

II.     Jawaban dari Pertanyaan

Pertanyaannya di sini berbunyi, Apakah ada suatu relasi antara agama dan ilmu alam. Untuk menjawab pertanyaan ini saya akan membatasi diri pada pengertian kedua dari kata “Agama.” (Saya akan membicarakan tentang pengertian yang pertama pada edisi yang lain).

Jika seandainya dalam ilmu-ilmu alam hanya mengenai axioma-axioma, mungkin akan tidak ada perbedaan apakah kita Kristen atau bukan. Air di tempat yang rata akan cenderung mengalir ke tempat yang lebih rendah, apakah kita Kristen atau bukan. Tetapi dalam kenyataannya ilmu pengetahuan tidak hanya berkenaan dengan axioma, tetapi juga teori-teori, paradigma-paradigma , dll, untuk menjelaskan realitas. Saya sudah mengatakan di atas, bahwa pembangunannya tidak netral, melainkan berpihak pada berbagai aspek, yang terdiri dari iman kepercayaan, worldview, tujuan, dll. Di sini para ilmuwan tidak hidup dalam Getto, melainkan dalam suatu masyarakat, yang di dalamnya mereka saling bertukar hal-hal tersebut dengan anggota masyarakat yang lain.

Sebenarnya sudah jelas, bahwa ilmu-ilmu alam hanya dapat memberikan penjelasan dari kenyataan-kenyataan menurut bidangnya masing-masing. Maka penjelasan mereka tidak pernah sama kuatnya dengan kenyataan-kenyataan tersebut, maka orang membutuhkan penerapan dari semua ilmu supaya berfungsi dengan baik dalam kehidupan kita. Selanjutnya kita juga harus menyadari bahwa ilmu pengetahuan tidak dapat menjawab pertanyaan tentang arti dari hidup, moralitas, atau semua pertanyaan metafisik, misalnya mengapa ada suatu aturan demikian dalam alam semesta?, dll. Pertanyaan-pertanya an ini terkait erat dengan kemanusiaan (sebagai ciptaan menurut gambar Allah, yang dilengkapi dengan karakter “makna” – menurut theologi Reformed) dan religiusitas kita. Jika sejarah ilmu pengetahuan alam diamati dengan seksama, sebenarnya orang dapat melihatnya. Untuk itu saya akan memberikan beberapa contoh di sini:

1.            Pada zaman dahulu manusia mengembangkan ilmu-ilmu alam menurut kebutuhan masyarakat. Baik untuk penggunaan praktis maupun religius orang melakukan penelitian, penemuan dalam ilmu pengetahuan. Mereka melakukannya dengan asumsi yang berlaku saat itu, yang oleh kebanyakan dari kita dipandang sebagai Mitos, misalnya, walaupun mereka sudah mengetahui bahwa bumi berbentuk bola orang Yunani tetap berpikir, bahwa ada seorang raksasa yang menopangnya dan dewa-dewa lainnya, sehingga manusia harus bertingkah menurut cara tertentu. Apa yang dapat kita saksikan di sini adalah kenyataan, (1) bahwa ilmu-ilmu alam sejak dari mula tidak dikembangkan dalam Getto, (2) bahwa manusia tidak hanya puas dengan hasil-hasil keilmuan, yang dapat menjelaskan kenyataan-kenyataan secara satuan, melainkan mereka berusaha juga untuk menjelaskan seluruh realitas, walaupun untuk itu mereka harus berspekulasi dengan penjelasan-penjelas an metafisis. (Banyak ilmuwan ateis pun setuju akan hal ini, walaupun mereka juga mengatakan bahwa penjelasan-penjelas an metafisis tersebut harus ditukar dengan penjelasan-penjelas an keilmuan.), (3) bahwa orang menentukan bidang-bidang lain dalam kehidupan manusia, misalnya Etika, Estetika dll., melalui suatu worldview yang merupakan pemahaman terhadap realitas yang utuh.

2.            Dalam dunia modern, dimana dapat dikatakan, bahwa banyak mitos yang sudah ditukar dengan penjelasan-penjelas an keilmuan, toh muncul melaluinya banyak mitos baru, misalnya: Keutamaan rasio, alam yang bersifat mekanis, ateisme, dll. Kita dapat melihat bahwa tiga kenyataan tersebut sebenarnya tidak berubah. Tanpa konsep metafisik orang tidak dapat memahami seluruh kenyataan dalam realitas. Untuk hidup manusia membutuhkan bukan hanya memahami alam, melainkan juga kenyataan, supaya mengetahui apa yang harus dilakukannya dalam hidupnya. Mitos-mitos modern yang baru tersebut memainkan peranan yang besar dalam worldview modern, dan menyebabkan munculnya etika modern, perang modern, eksistensialisme hingga postmodernisme. Saya telah memberikan 2 contoh dari sisi masyarakat, sekarang saya ingin juga memberikan suatu contoh dari seorang ilmuwan.

3.            Einstein adalah seorang Ilmuwan modern, yang teorinya menyebabkan lahirnya teori baru yang berkontradiksi dengan worldviewnya yang modern. Dengan pernyataannya “Allah tidak bermain dadu” (1926) dia mempertahankan asumsi-asumsinya terhadap kemunculan teori Kuantum, bahwa alam semesta bersifat panteis dan determinis dan bahwa teori bukan hanya suatu penafsiran dan model dari realitas, melainkan suautu penjelasan yang sejati yang sekuat dan sama dengan hukum-hukum yang berlaku di dalam alam. Asumsi-asumsinya ini dapat ditelusuri dari worldview modern yang berasal dari pembacaan modern1 dari buku “Discours de la Methode” dari Rene Descartes. Untuk memahami konsep Einstein tentang alam secara lebih baik kita juga harus memahami buku “Ethik in geometrischer Ordnung dargestellt” dari Spinoza, karena Einstein mengembangkan konsepnya tentang Alam menurut jalur Spinoza. Pengakuannya pada tahun 1934 kepada Spinoza: “Keyakinan yang terkait dengan perasaan yang mendalam akan suatu nalar yang dipertimbangkan, yang menyatakan diri dalam dunia yang dapat dialami, membentuk pengertian saya tentang Allah; orang dapat mengatakannya juga dalam pengungkapan yang umum sebagai pantheis (Spinoza).”2 Walaupun Einstein seorang Yahudi, Allah yang tidak bermain dadu bukan Allah Abraham, Ishak dan Yakub, melainkan suatu kesimpulan dari pemikiran filsafat, yang seharusnya menjamin kedapat dipahamian alam, menurut Einstein terutama determinisme kausal. Di sini kita dapat melihat sesuatu, bahwa bagi Einstein pun ilmu pengetahuan alam, terutama fisika, bukan hanya berkenaan dengan axioma-axioma, melainkan juga suatu iman kepercayaan, asumsi-asumsi, dll. Iman kepercayaan dan asumsi-asumsi lain tersebut mengarahkan pemahaman seorang ilmuwan tentang kenyataan dalam realitas. Di sini Einstein mengkuatirkan, bahwa tanpa Allah yang demikian tidak ada jaminan apakah esok matahari masih akan terbit. Tanpa jaminan demikian maka apa yang menjadi jaminan ilmu pengetahuan akan ketepatan teori-teorinya?

Dari contoh-contoh yang diberikan kita dapat memahami mengapa para ilmuwan memperjuangkan posisi religius mereka itu. Apa yang sebenarnya terjadi adalah kenyataan bahwa tanpa asumsi-asumsi religius seperti itu pemahaman akan realitas tidak mungkin. Orang tidak dapat mengkaitkan data-data dan axioma-axioma tanpanya, untuk menghasilkan suatu pemahaman. Pemahaman bukan hanya masalah data dan axioma, melainkan relasi antaranya. Melaluinya manusia mengerti bukan hanya apa makna kehidupan, apa yang harus dilakukan dalam kehidupan, melainkan juga apa yang harus dilakukan dengan ilmu pengetahuan, bagaimana mengembangkannnya lebih lanjut, bagaimana dan di mana manusia menempatkannya dalam kehidupan, dll.

Jika ada suatu relasi yang erat antara ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan alam dan iman, seperti apa relasi tersebut seharusnya? Tidak dapatkan seseorang sekadar mengambil suatu jenis dari relasi-relasi yang ada? Jika saya mengambil suatu relasi, apakah ada akibat teoritis ataupun praktis dalam kehidupan saya? Jika tidak, maka kita dapat sekadar mengambil suatu jenis relasi, yang kita sukai, Tetapi jika ya, maka kita seharusnya dengan hati-hati memilih di antara yang ada, satu untuk diambil.

Relasi tersebut tergantung pada jenis iman yang dimiliki si ilmuwan. Relasi tersebut berbeda-beda menurut worldview yang digunakan ilmuwan untuk memandang segalanya, misalnya, seorang ilmuwan ilmu alam yang ateis, yang percaya bahwa tidak ada Tuhan, akan berpikir bahwa tidaka da relasi ontologis antara ilmu alam yang dia pelajari dan makna hidupnya. Relasi baginya bersifat praktis, bahwa dia menyukainya dan bekerja dan berkarier. Jika seandainya ada suatu relasi teoritis, alasannya adalah semua manusia melakukannya. Dia akan beranggapan bahwa suatu hukum universal yang berlaku dalam alam dan tugas dari ilmu alam adalah menemukannya. Tetapi darimana hukum itu berasal, mengapa hukum itu demikian, dll., tidak perlu dipertanyakan, Masalah utama yang ada ini menyebabkan dia menjual sifat kesejarahan dari ilmu-ilmu alam. Ilmu-ilmu alam tidak dikembangkan dalam Getto, melainkan dalam suatu konteks sosial. Bagaimana penggunaannya? Apa yang boleh dan seharusnya diteliti?, dll. Pertanyaaan- pertanyaan ini tetap akan menjadi pertanyaan-pertanya an praktis yang tidak mempunyai kekuatan ontologis. Orang harus mentaatinya karena hukum, karena pelanggar akan dihukum. (2) Keutuhan realitas akan tetap tidak terpahami. Walaupun akan selalu ada penemuan ilmu pengetahuan yang baru, toh pertanyaan-pertanya an berikut tetap tidak terjawab, Apakah sebenarnya manusia itu? Apa makna dari hidup seorang manusia? dll., Apa yang dapat dikerjakan adalah mengabaikan pertanyaan-pertanya an tersebut dan mengatakan, bahwa tidak ada pertanyaan seperti itu. (3) Tetapi tanpa pertanyaan seperti itu tidak mudah untuk menyatukan kebenaran-kebenaran estetik, moral, etika, dll., (Mengenai kelemahannya saya tidak membicarakannya di sini.) Tetapi tentu saja dia dapat mengatakan, jika saya harus memikirakn semuanya, maka apa yang harus dikerjakan oleh para Filsuf, Sosiolog, ahli etika dan yang lainnya?

II. Suatu Ide Mengenai Integrasi Filosofis Antara Iman Kristen dan Ilmu-ilmu Alam

Setelah saya memberikan suatu contoh mengenai suatu relasi antara iman percaya dan ilmu-ilmu alam dari worldview ateis, saya akan membicarakan sekarang ide saya sendiri. Seperti yang telah saya katakan dari awal bahwa saya mewakili pandangan Kristen Reformed dan, sejujurnya, bangunan ide saya tentu saja bergantung pada isi iman dan worldview saya. Tetapi hal itu tidak berarti, bahwa saya tidak dapat memberikan pertanggungjawaban secara keilmuan. Mengingat tujuan dari karangan ini saya tidak akan memberikan terlalu banyak penjelasan yang spesifik dan keilmuan.

Alkitab mulai dengan suatu kalimat yang berbunyi, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” dan selalu memaparkan bahwa Allah menjalankan providensi-Nya dalam sejarah manusia dan akan mengakhiri sejarah.

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Melalui kalimat ini kita dapat memahami, bahwa ada dasar ontologis bagi ilmu-ilmu alam di sini. Karena ciptaan tidak berasal dari probabilitas, melainkan dari rencana Allah, maka tugas dari ilmu alam dapat dipastikan di sini, yaitu menyingkapkan hukum-hukum Allah yang berlaku dalam Alam. Di sini jelas bahwa tugas dan etika dari ilmu-ilmu alam adalah menyingkapkan dan bukan menetapkan hukum-hukum yang berlaku dalam alam.

Karena alam (menurut makna di kalangan ilmuwan) juga direncanakan oleh Tuhan dan sama dengan alam (menurut makna yang normal), maka tidak dibutuhkan pembedaan antara “alam” dan “kenyataan,” seperti yang di mengerti dalam konteks ilmu-ilmu alam.3 (Pada konteks yang lain, tentu saja saya mengerti bahwa, “kenyataan” tidak hanya berarti terbatas pada fenomena-fenomena alam saja.) Apa yang harus diubah di sini adalah asumsi yang ada dibelakang kata tersebut, bahwa alam harus berjalan sesuai dengan hukum yang ditemukan oleh para ilmuwan ilmu alam. Tugas yang jelas ini seharusnya menyebabkan, misalnya, bahwa ilmu alam tidak dapat menolak mukjizat dan ilmuwan tidak perlu mengatakan bahwa “Allah tidak bermain dadu” atau “Allah bermain dadu.” Apa yang saya maksudkan di sini seharusnya di kalangan ilmuwan ada suatu keterbukaan terhadap suatu kenyataan yang baru dan menerimanya sebagai bagian dari alam.

Karena alam dicipta oleh Allah dan Allah, sang Pencipta, adalah Allah yang berpribadi dan tritunggal, maka alam, yang diciptakan, pasti merefleksikan ciri-ciri sang Penciptanya. Maka pertama-tama alam bukan hanya telah-ada (atau ada-begitu-saja) , melainkan ada-untuk,4 tepatnya, alam bukan hanya semata-mata ada, melainkan alam memiliki suatu makna, suatu fungsi, suatu konteks dan suatu tujuan sebagai sifatnya menurut rencana sang Penciptanya. Adalah kesalahan jika seseorang mengerjakan ilmu-ilmu alam seolah-olah mereka ada di dalam Getto. Kedua alam bukan hanya memiliki sifat one-and-many karena sifat one-and many dari sang Pencipta,5 melainkan juga sifat sosial, bahasa, dll. Maka bagaimanapun usahanya para ilmuwan tidak akan dapat menghilangkan ciri ilmu-ilmu alam tersebut, selama ilmu-ilmu alam masih berurusan dengan alam ciptaan Tuhan. Tiap kebenaran berkaitan satu dengan yang lain, dan usaha seperti itu hanya akan mengakibatkan abstraksi dan kontradiksi dari klaim-klaim keilmuan.

Hal ini juga tergantung pada manusia sebagai ciptaan tertinggi menurut gambar Allah. Kepada manusia tugas ini diberikan, untuk melayani dan menjaga alam.6 Karena manusia mirip Allah, manusia tidak dapat bekerja dalam Getto ketika mengembangkan ilmu-ilmu alam, apalagi dia adalah ciptaan yang bersifat sosial. Manusia harus tidak hanya demi kepentingan ilmu-ilmu alam saja menemukan hukum-hukum alam, melainkan juga untuk tujuan masyarakat, kemanusiaan dan tujuan tertinggi mempermuliakan Allah.

Di sini terdapat suatu kemungkinan, relasi dari semua aspekt kehidupan manusia teoritis dan tanpa kontradiksi dibangun dan menempatkan ilmu alam pada posisinya. Di sini terdapat pula kemungkinan untuk menentukan langkah praktis untuk mengembangkan keilmuan tanpa berkontradiksi dan mereduksi aspek-aspek kehidupan yang lainnya.

Dalam iman Kristen dijelaskan pula bahwa manusia telah jatuh di dalam dosa. Kenyataan ini saya mengerti sebagai kenyataan sejarah. Dosa saya mengerti sebagai perlawanan manusia melawan Allah, sang Penciptanya. Sekalipun dosa manusia Allah tetap memelihara ciptaan-Nya. Alam berfungsi menurut hukumnya dan tidak menjadi kacau. Disini masih ada kemungkinan untuk memperkembangkan ilmu pengetahuan dalam dunia yang telah jatuh. Tetapi kemungkinan ini digunakan manusia melalui ilmu-ilmu alam untuk melawan Allah, sang Pencipta dan Penopang. Memang tidak ada yang dapat berbicara tentang etika yang bersifat universal, jika seandainya Allah yang berpribadi tidak ada. Worldview Kristen menceritakan kepada kita bukan hanya apa yang terjadi, melainkan juga tugas dari anak-anak Tuhan yang berurusan dengan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu-ilmu alam, yakni, menebus ilmu-ilmu alam demi kepentingan Allah.

Catatan kaki:

1.         Pembacaan modern, yang dewasa ini berlaku di kalangan ilmuwan, sebenarnya sangat berbeda dengan apa yang Rene Descarte maksudkan. Pembacaan modern tidak memperhatikan “Meditationes de Prima Philosophia.” Memang penekanan Descartes pada penggunaan rasio dan teori matematikanya melalui pembacaan modern ini dapat mengakibatkan orang mudah berpikir bahwa sekalipun Allah adalah Pencipta alam semesta, tetapi kuasanya dibatasi oleh hukum-hukum alam, atau lebih kecil daripada hukum-hukum alam tersebut. Berangkat dari sinilah muncul deisme dan konsep-konsep modern yang salah tentang Allah.

2. Dikutip oleh Dieter Hattrup dalam Einstein und der würfelnde Gott: An den Grenzen des Wissens in Naturwissenschaft und Theologie, ( Freiburg : Herder, 2008), hlm. 19, dari Einstein, Albert., Mein Weltbild (1934). diterbitkan. Carl Sellig (Frankfurt u.a.: Ullstein, 1970), hlm. 201, 171.

3.         Saya pernah berdiskusi dengan seorang teman tentang hal ini. Dalam perdebatan kami, teman saya mengatakan bahwa itu adalah problem semantik semata yang tidak perlu dipandang serius. Dalam diskusi tersebut saya mengajukan suatu contoh bahwa problem semantik bukan masalah remeh, melainkan suatu penipuan. Jika seseorang membeli daging, dan berkata kepada si penjual bahwa dia ingin membeli daging, lalu si penjual memberikan daging tikus kepadanya. Apakah yang akan dilakukan oleh orang tersebut? Bukankah dia akan merasa dipermainkan dan marah, walaupun daging tikus adalah daging juga. Tetapi dalam hal ini banyak orang senang menikmati penipuan.

4.         Perbedaan antara “telah-ada” atau “ada-begitu-saja” (“vorhanden”) dan “ada-untuk” (“zuhanden”) dapat ditelusuri dari konsep dari Heidegger (Sein und Zeit). Tetapi di sini saya membuat suatu perubahan makna dan konteks. Perubahan tersebut adalah, pertama, Konteks dari kata tersebut berubah dari sifat-keduniaan- dunia-di- hadapan-manusia- sebagai-Dasein menjadi Situasi-ontologis- di-hadapan- Tuhan (von der Weltlichkeit der Welt vor den Menchen als Dasein zum ontologischen Zustand vor dem Gott). Catatan khusus bagi edisi Indonesia : ide keduniaan di sini bukan berarti sekuler, apa yang dibicarakan Heidegger tidak ada kaitan sama sekali dengan sakral dan sekuler! Kedua, Maknanya berbicara bahwa pada mulanya tidak ada yang telah-ada di hadapan Tuhan, karena dia adalah Sumber dari segalanya, bukannya ada-perbedaan- tersebut- bagi-manusia.

5.         Problem one-and-many dapat diselesaikan oleh para theolog Van Tillian, melalui mereka menelusuri ke Kesempurnaan Allah Tritunggal. Tetapi tetap tinggal pertanyaan bagaimana hal itu seharusnya berfungsi, jika alam ciptaan memang one-and-many?

6.         Terjemahan ini berasal dari kata-kata Ibrani “abad” dan “Shamar.” Kata-kata ini dalam penggunaannya oleh Musa menunjukkan kepada kita, bagaimana manusia harus menjalankan jabatannya sebagai mahkota ciptaan, yakni, pemimpin adalah pelayan.

Profil Ev. Steve Hendra:

Ev. Steve Hendra, S.T., M.Div. dilahirkan di Surabaya pada tahun 1976. Menerima Kristus pada tahun 1996 dan mengambil keputusan menjadi hamba Tuhan pada tahun 1997.

Setelah menyelesaikan pendidikan S-1 umum pada tahun 1999, melanjutkan pendidikan di Institut Reformed Jakarta dan mendapatkan gelar Master of Divinity (M.Div.) pada tahun 2003.

Mulai bulan Agustus 2003 melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Surabaya – Andhika serta sebagai dosen di Sekolah Theologi Reformed Injili Indonesia Surabaya (STRIS) Andhika dan International Reformed Evangelical Correspondence Study (IRECS). Saat ini, beliau sedang studi di Jerman.

“Your love must be without hypocrisy. Abhor what is evil; cling to what is good.”

(Romans 12:9; International Standard Version)

3 HARI 3 MALAM BERBANDING 2 JAM

Sebuah pesawat terbang kecil berputar-putar mencari landasan di tengah-tengah rimba belantara Kalimantan. Sesaat kemudian, pesawat menukik dan mendarat dengan hati-hati. Sang pilot turun, disusul satu-satunya penumpang — seorang hamba Allah yang diundang ke daerah itu untuk menyampaikan Kabar Baik dari surga. Orang ini agak terkesiap menatap rombongan laki-laki yang rupanya telah berkumpul menyambut kedatangannya. Ketua rombongan maju memperkenalkan diri, dan setelah saling berjabat tangan, mereka pun mulai berbincang-bincang.

“Berapa jumlah penduduk desa Bapak?” tanyanya berbasa-basi kepada ketua rombongan.

“Ini semua kepala keluarganya Pak Pendeta,” jawab lelaki setengah usia itu sambil menunjuk pada rombongan penyambut.

Termangu-mangu, pak pendeta itu mendengarkan keterangan ini. Diam-diam dihitungnya orang-orang yang mengelilinginya. Hanya tiga puluh kepala! Tanpa disadarinya, terlintas dalam ingatannya gedung pertemuan yang mahaluas di Ottawa, Kanada, yang memuat lima ribu orang, yang menjadi penuh sesak tatkala mereka berdatangan untuk mendengarkan firman yang disampaikannya. Itu baru beberapa minggu yang lalu.

“Mari, Pak,” kata ketua rombongan dengan ramah sambil membuat gerakan tangan, mempersilakannya berjalan. “Baik,” katanya. Tebersit dalam hatinya, sebuah harapan, semoga jarak yang kini harus ditempuhnya dengan berjalan kaki, tidaklah terlalu jauh. Ternyata harapannya buyar. Mereka meninggalkan landasan pesawat itu, dan memasuki hutan rimba. Tak terpikirkan betapa mengerikan rimba itu! Hujan yang turun telah menciptakan kubangan-kubangan Lumpur yang bercampur daun-daun membusuk. Bau yang menyebar dari kubangan-kubangan tersebut sungguh memuakkan! Di sana-sini tampak gundukan kotoran hewan, entah binatang liar ataukah hewan peliharaan penduduk. Di kiri kanan jalan setapak, tirai tebal daun-daun serta sulur-suluran membuat orang enggan menyimpang sedikit pun dari jalan setapak itu.

Jalan ternyata berliku-liku, turun naik bukit pula! Udara panas luar biasa, sekalipun sinar matahari hampir tak tampak dalam rimba yang pekat itu. Dalam sekejap saja, tubuhnya sudah mulai memprotes siksaan yang tak terduga-duga itu. Kepalanya terasa berdenyut-denyut nyeri. Kaki bagaikan dibebani berkilo-kilo. Rongga dada serasa hendak meledak, menahan napas yang memburu sehingga menimbulkan desah yang ramai pula. Matanya mulai berkunang-kunang. Langkahnya pun sudah terhuyung-huyung dengan kepala merunduk berat. Ia benar-benar membutuhkan istirahat. Tetapi baru saja ia hendak minta kepada pengantarnya agar mereka berhenti dulu, telinganya menangkap suara orang ramai.

Ia mengangkat kepala. Mereka berada di puncak sebuah bukit. Di bawah terhampar pemandangan yang membuatnya terharu. Beratus-ratus … tidak, beribu-ribu orang laki perempuan tampak hiruk-pikuk membuat barisan panjang menuju sebuah “rumah adat”.

“Mereka … ?” tanyanya heran pada pengantarnya.

“Ya,” jawab yang ditanya, “mereka tahu Bapak akan datang. Mereka datang dari kampung-kampung yang tersebar di wilayah yang luas. Ada di antara mereka yang berjalan 3 hari 3 malam untuk berbakti bersama-sama.”

3 hari 3 malam! Ia melihat, jam tangannya menunjukkan bahwa mereka sendiri berjalan tak lebih dari 2 jam.

Ia tak mampu berkata-kata lagi. Ia membayangkan perasaan yang mencekam diri Tuhan Yesus tatkala dilihatnya “orang banyak dating berbondong-bondong”. Kehausan jiwa yang mencari kebenaran pada masa itu, sekarang pun masih begitu menonjol. Dan ini lebih dirasakannya lagi ketika kebaktian dimulainya. Suara-suara yang menaikkan puji-pujian dalam aneka nada memang jauh daripada indah, namun mampu menggugah hatinya kepada suatu kesadaran yang lebih mendalam, bahwa Kasih Tuhan ada di mana-mana. Jiwa-jiwa di kota gemerlapan atau di rimba belantara, sama di mata Tuhan. Tetapi kasih kepada Tuhan, kiranya tiada yang melebihi kasih yang ada di dalam hati manusia penghuni rimba ini. Murni dan teguh, demikianlah iman yang membuat mereka itu menjadi “indah”.

Diambil dan disunting seperlunya dari: Judul buku: Untaian Mutiara; Penulis: Betsy T.; Penerbit: Penerbit Gandum Mas, Malang; Halaman: 116 — 118

worshipper

Worshipper

By Judah Song @yahoo.com

Dear Friends,

I heard this story from my pastor today, and it really touches my heart everytime i remember it again. I pray that you will be blessed, too….

There’s a little boy who really wanted to give something on his daddy’s birthday, so he prepared a little gift, he wrapped it carefully, and when that day came, full with excitement he came to his dad and said, “Daddy, I have something for you….”. Thinking it might only be a little toy, his dad said, “ok, just put it there and I will open it later. Now I have to go to work…..”. This little boy left his dad with a broken heart. In the office, his dad regretted what he’s said to his boy that morning, so he went home and asked where the gift was. The boy answered, “I thought you didn’t like my gift, so I gave it to my friend.”

Many years later, this little boy grew up and now he has a son. On Christmas day, with shining eyes, eagerness and enthusiasm, his 6 year old son came to him and said, “Look Dad, this is the first gift for you!” Learning from his father’s mistake, he opened his son’s little gift, and he saw a small green dinosaur pin that children use to wear. Although it looks funny for a grown up man like him, he put that dinosaur pin on that day anyway. Many people look at him with strange eyes as they saw the pin, and his friends asking him why he wear that funny pin everywhere. And he answered them with proudness, “This is the greatest gift that my son gave me….”.

May be all these times we think that we can’t give something worthy to our great God. But God doesn’t see what is in the surface….He sees our shining eyes, our enthusiasm, our excitement, our heart when we give our gifts to our Father. May be the angels will see God with strange eyes or even laughing as they see Him “wearing” what we give to Him….But proudly He will say, “This is the greatest gift from my son, from my daughter, and I’m proud to have this!”

Our God is a good God. May be we think that we’re unworthy for Him. We do so many mistakes, falling again and again…..but He’s been on this earth before, born in the flesh and walking as a Human, He knows exactly the temptations and trials in the world, He knows all those battles, He has experienced them all, and now He is standing as a High Priest in Heaven who understands our weaknesses (that’s what the Bible says) because He has gone through the same thing before.

So come to Him with boldness today, knowing that He will always gladly receive our prayers, He hears our prayers, and He’s willing to answer them. Never see yourself unworthy anymore. Even if you think that what you can give is nothing compared to His greatness…always remember, that He will proudly receive and “wear” that in Heaven…..

Love in Jesus, Mima

Anti Cancer

John Hopkins Update – Good article AFTER YEARS OF TELLING PEOPLE CHEMOTHERAPY IS THE ONLY WAY TO TRY (‘TRY’, BEING THE KEY WORD) TO ELIMINATE CANCER, JOHNS HOPKINS IS FINALLY STARTING TO TELL YOU THERE IS AN ALTERNATIVE WAY. Cancer Update from Johns Hopkins: 1. Every person has cancer cells in the body. These cancer cells do not show up in the standard tests until they have multiplied to a few billion. When doctors tell cancer patients that there are no more cancer cells in their bodies after treatment, it just means the tests are unable to detect the cancer cells because they have not reached the detectable size. 2. Cancer cells occur between 6 to more than 10 times in a person’s lifetime. 3 When the person’s immune system is strong the cancer cells will be destroyed and prevented from multiplying and forming tumors. 4. When a person has cancer it indicates the person has multiple nutritional deficiencies. These could be due to genetic, environmental, food and lifestyle factors. 5. To overcome the multiple nutritional deficiencies, changing diet and including supplements will strengthen the immune system. 6. Chemotherapy involves poisoning the rapidly-growing cancer cells and also destroys rapidly-growing healthy cells in the bone marrow, gastrointestinal tract etc, and can cause organ damage, like liver, kidneys, heart, lungs etc.< /font> 7. Radiation while destroying cancer cells also burns, scars and damages healthy cells, tissues and organs. 8. Initial treatment with chemotherapy and radiation will often reduce tumor size. However prolonged use of chemotherapy and radiation do not result in more tumor destruction. 9. When the body has too much toxic burden from chemotherapy and radiation the immune system is either compromised or destroyed, hence the person can succumb to various kinds of infections and complications. 10. Chemotherapy and radiation can cause cancer cells to mutate and become resistant and difficult to destroy. Surgery can also cause cancer cells to spread to other sites. 11. An effective way to battle cancer is to starve the cancer cells by not feeding it with the foods it needs to multiply. CANCER CELLS FEED ON: a. Sugar is a cancer-feeder. By cutting off sugar it cuts off one important food supply to the cancer cells. Sugar substitutes like NutraSweet, Equal, Spoonful, etc are made with Aspartame and it is harmful. A better natural substitute would be Manuka honey or molasses but only in very small amounts. Table salt has a chemical added to make it white in color. Better alternative is Bragg’s aminos or sea salt. b. Milk causes the body to produce mucus, especially in the gastro-intest inal tract. Cancer feeds on mucus. By cutting off milk and substituting with unsweetened soy milk cancer cells are being starved. c. Cancer cells thrive in an acid environment. A meat-based diet is acidic and it is best to eat fish, and a little chicken rather than beef or pork. Meat also contains livestock antibiotics, growth hormones and parasites, which are all harmful, especially to people with cancer. d. A diet made of 80% fresh vegetables and juice, whole grains, seeds, nuts and a little fruits help put the body into an alkaline environment. About 20% can be from cooked food including beans. Fresh vegetable juices provide live enzymes that are easily absorbed and r each down to cellular levels within 15 minutes to nourish and enhance growth of healthy cells. To obtain live enzymes for building healthy cells try and drink fresh vegetable juice (most vegetables including bean sprouts) and eat some raw vegetables 2 or 3 times a day. Enzymes are destroyed at temperatures of 104 degrees F (40 degrees C). e. Avoid coffee, tea, and chocolate, which have high caffeine. Green tea is a better alternative and has cancer fighting properties. Water-best to drink purified water, or filtered, to avoid known toxins and heavy metals in tap water. Distilled water is acidic, avoid it. 12. Meat protein is difficult to digest and requires a lot of digestive enzymes. Undigested meat remaining in the in testines becomes putrefied and leads to more toxic buildup. 13. Cancer cell walls have a tough protein covering. By refraining from or eating less meat it frees more enzymes to attack the protein walls of cancer cells and allows the body’s killer cells to destroy the cancer cells. 14. Some supplements build up the immune system (IP6, Flor-ssence, Essiac, anti-oxidants, vitamins, minerals, EFAs etc.) to enable the bodies own killer cells to destroy cancer cells. Other supplements like vitamin E are known to cause apoptosis, or programmed cell death, the body’s normal method of disposing of damaged, unwanted, or unneeded cells. 15. Cancer is a disease of the mind, bod y, and spirit. A proactive and positive spirit will help the cancer warrior be a survivor. Anger, un-forgiveness and bitterness put the body into a stressful and acidic environment. Learn to have a loving and forgiving spirit. Learn to relax and enjoy life. 16. Cancer cells cannot thrive in an oxygenated environment. Exercising daily, and deep breathing help to get more oxygen down to the cellular level. Oxygen therapy is another means employed to destroy cancer cells. 1. No plastic containers in micro. 2. No water bottles in freezer. 3. No plastic wrap in microwave. Johns Hopkins has recently sent this out in its newsletters. This information is being circulated at Walter Reed Army Medical Center as well. Dioxin chemicals cause cancer, especially breast cancer. Dioxins are highly poisonous to the cells of our bodies. Don’t freeze your plastic bottles with water in them as this releases dioxins from the plastic. Recently, Dr. Edward Fujimoto, Wellness Program Manager at Cast le Hospital, was on a TV program to explain this health hazard. He talked about dioxins and how bad they are for us. He said that we should not be heating our food in the microwave using plastic containers. This especially applies to foods that contain fat. He said that the combination of fat, high heat, and plastics releases dioxin into the food and ultimately into the cells of th e body. Instead, he recommends using glass, such as Corning Ware, Pyrex or ceramic containers for heating food You get the same results, only without the dioxin. So such things as TV dinners, instant ramen and soups, etc., should be removed from the container and heated in something else. Paper isn’t bad but you don’t know what is in the paper. It’s just safer to use tempered glass, Corning Ware, etc. He reminded us that a while ago some of the fast food restaurants moved away from the foam containers to paper. The dioxin problem is one of the reasons. Also, he pointed out that plastic wrap, such as Saran, is just as dangerous when placed over foods to be cooked in the microwave. As the food is nuked , the high heat causes poisonous toxins to actually melt out of the plastic wrap and drip into the food. Cover food with a paper towel instead.

dikerok

DIKEROK : Kok bisa merah?

Mungkin diantara para pembaca pernah bertanya-tanya dalam hati, mengapa kulit yang dikerok hanya dengan mata uang logam dan balsem, minyak, atau lotion bisa menjadi merah, dan kenapa tidak menjadi warna lain saja, misalnya biru (seperti warna bengkak yang kita dapatkan akibat tekanan/hantaman dari luar, kan mengerok juga sama halnya dengan memberi tekanan pada kulit melalui mata uang logam). Mengapa hal itu bisa terjadi?

Metode pengobatan dengan kerokan ini sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dan dipercaya dapat memberi kesembuhan. Kerokan adalah suatu pengobatan tradisional Jawa dengan cara menekan dan menggeserkan benda tumpul (biasanya uang logam, atau alat bantu khusus kerok yang terbuat dari plastik, tulang, keramik, batu giok, potongan jahe, potongan bawang, dan lain-lain. Alat-alat tersebut harus tumpul supaya tidak melukai kulit) pada tubuh secara berulang-ulang dengan cairan yang licin sampai terjadi bilur-bilur berwarna merah. Fungsi cairan yang licin ini untuk melicinkan proses kerokan sehingga menghindari terjadinya kulit lecet, selain itu, jika dipergunakan balsem atau minyak, dapat juga untuk menghangatkan.

Pengobatan dengan kerokan ini ternyata tidak hanya dikenal di masyarakat Jawa, tetapi sudah menyebar ke daerah-daerah lain di Indonesia, bahkan sampai di luar negeri. Di Vietnam, pengobatan ini disebut Cao Gio, di Kamboja disebut Goh Kyol (rubbing the wind), di Cina disebut Gua Sha (Gua=menggosok/ scraping, Sha=racun/toksin) , namun kebanyakan pengobatan ini di Cina menggunakan batu Jade sehingga disebut Jade stone therapy, di Barat disebut coining atau coin rubbing..

Pengobatan dengan kerokan ini dipercaya bermanfaat untuk keadaan yang oleh masyarakat awam disebut masuk angin untuk menggambarkan keadaan berupa rasa tidak enak badan, yang ditandai dengan perut kembung, hidung berair, pegel linu, nyeri kepala, dan sebagainya. Ketika masuk angin, kita menjadi kedinginan atau suhu tubuh menurun yang mengakibatkan pembuluh darah di kulit mengalami penyempitan (konstriksi) sebagai kompensasinya. Hal ini dilakukan tubuh agar seluruh tubuh tidak ikut kedinginan. Konstriksi atau penyempitan itu dapat mengakibatkan oksigenasi pada permukaan tubuh berkurang. Jika oksigenasi pada permukaan tubuh (terutama bagian belakang) turun atau berkurang, sekujur badan dapat terasa sakit. Selanjutnya, akan muncul gejala bersin pertanda terjadi penurunan temperatur tubuh.

Menurut Dr. Koosnadi Saputra, DSR, akupunturis klinik, upaya untuk meningkatkan panas di bagian belakang tubuh bisa berpedoman pada hukum Einstein (E = mC2). Energi atau panas dihasilkan dari gesekan dua benda. Kalau permukaan kulit tubuh digosok-gosok dengan tangan atau suatu benda tumpul secara cepat, suhu tubuh pun akan meningkat. Panas yang cukup tinggi menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah dalam kulit. Otomatis peredaran darah menjadi lebih lancar dan oksigenasi lebih baik sehingga rasa sakit di tubuh berkurang. Maka dari itu, metode pengobatan kerokan dapat menjadi salah satu perwujudan hukum Einstein.

Kerokan tidak menyebabkan rasa sakit jika dilakukan dengan benar. Warna merah yang terjadi dapat dipakai sebagai pengukur berat ringannya masuk angin, makin merah warnanya makin berat derajat sakitnya. Hasil survei pada 390 responden di kota Solo menunjukkan bahwa 87% dari responden yang berasal dari golongan bawah sampai atas yang memanfaatkan dan merasakan kegunaan pengobatan ini merasa ketagihan. Di Amerika, pengobatan ini mengundang perdebatan dan oleh tenaga kesehatan Amerika dikatakan bahwa tindakan ini adalah abuse. Namun, penelitian yang dilakukan oleh dr. Didik Gunawan Tamtomo, seorang dosen fakultas kedokteran di Surabaya terhadap jaringan biopsi kulit sesudah kerokan menunjukkan bahwa tidak terdapat kerusakan kulit, yang ada hanyalah reaksi inflamasi/radang.

Inflamasi/radang adalah reaksi dari suatu jaringan hidup yang mempunyai vaskularisasi (manifestasi sistem pembuluh darah) terhadap trauma (injury) lokal dan merupakan suatu proses kompleks meliputi perubahan pembuluh darah, jaringan ikat, dan interaksi berbagai jenis sel. Inflamasi bertujuan untuk menetralisir agen penyebab trauma dan membersihkan jaringan mati, sehingga dapat dicapai penyembuhan dan perbaikan tubuh. Jadi, inflamasi merupakan salah satu komponen penyembuhan.

Inflamasi mempunyai tanda-tanda yang khas, yang diantaranya adalah warna merah (dalam kedokteran disebut rubor) yang terjadi karena jaringan yang meradang menjadi mengandung banyak darah akibat kapiler-kapilernya melebar dan kapiler-kapiler yang sebelumnya kosong/menyempit menjadi berisi darah juga, akibatnya sirkulasi darah meningkat dan memberikan warna kemerahan; dan timbul rasa panas (dalam kedokteran disebut calor) yang dapat meningkat 0,5-20C yang terjadi akibat sirkulasi darah yang meningkat. Jadi, telah jelaslah mengapa ketika dikerok warna kulit dapat berubah menjadi merah. Hal ini akibat salah satu tanda khas dari reaksi inflamasi yang ditimbulkan melalui kerokan.

Pada reaksi inflamasi, juga terjadi pengeluaran mediator inflamasi seperti IL-1, TNF, histamin, beta endorfin, dan sebagainya serta penurunan PGE2, bradikinin, dan C3.

IL-1 dan TNF berfungsi sebagai petanda bahwa telah terjadi reaksi fase akut, yaitu inflamasi lokal akibat kerokan yang ditandai dengan kemerahan dan panas, selain itu juga mengaktivasi sel-sel darah sehingga sirkulasi darah meningkat. Histamin penting di awal proses inflamasi.

Penelitian mengenai manfaat kerokan yang dilakukan di bawah bimbingan tiga Guru Besar Fakultas Kedokteran di Surabaya menyimpulkan bahwa kerokan dapat menyebabkan kenaikan kadar beta-endorfin sehingga dapat mengurangi rasa nyeri otot (mialgia) dan mengakibatkan penderita merasa lebih enak dan segar, serta merangsang organ viscera, terutama paru-paru dan jantung sehingga penderita bisa bernapas lebih enak dan lega, peredaran darah juga menjadi lebih baik.

Kadar PGE2 (Prostaglandin E2) dan bradikinin yang menurun menyebabkan mialgia berkurang karena kenyataannya, PGE2 merupakan biang kerok penyebab mialgia (nyeri otot). Jika PGE2 naik maka akan meningkatkan kepekaan nosiseptor yangdisebut sentra sensitisasi, sehingga kita menjadi sensitif terhadap tekanan dan menimbulkan rasa nyeri. Jadi, jika kadar PGE2 bisa diturunkan, maka rasa nyeri tersebut juga akan berkurang. Tinggi rendahnya kadar PGE2 akan mempunyai korelasi dengan berat ringannya mialgia. Bradikinin dan C3 merupakan zat yang dapat meningkatkan permeabilitas vaskuler.

Bagaimana membuat pola kerokan yang baik?

Para ahli akupunktur berpendapat bahwa sebaiknya alat kerok melewati titik akupuntur agar saraf motorik dapat terangsang, sehingga dapat memperlancar sirkulasi darah.

Pola umum kerokan biasanya membentuk garis-garis lurus dari atas ke bawah dan miring di sisi kiri-kanan ruas-ruas tulang belakang ataupun pada leher bagian belakang. Pada tubuh kita terdapat sekitar 360 titik akupuntur utama yang berhubungan dengan organ penting. Begitu pun pada tubuh bagian belakang, terdapat titik-titik yang berhubungan dengan organ dalam tubuh (organ viscera).

Dengan pola kerokan yang benar, titik-titik akupuntur dapat dicapai dengan sempurna.

Kerokan jarang dilakukan pada tubuh bagian depan karena kurang berguna. Untuk mengusir masuk angin, yang efektif adalah mengerok daerah bagian belakang tubuh dan leher.

Tindakan kerokan searah yang diulang-ulang merupakan gerakan memperkuat. Sampai sejauh mana kekuatan tekanannya tidak ada batasan tertentu. Yang penting tak sampai melukai. Tiap orang memiliki kepekaan kulit dan daya tahan terhadap rasa sakit yang berbeda-beda. Karena itu, ada yang dikerok pelan saja sudah meringis kesakitan. Tapi tak jarang ada yang justru minta dikerok kuat-kuat sampai kulit berwarna merah padam. Padahal tak ada aturan hasil kerokan harus sampai merah padam.

Jadi, kerokan merupakan upaya mengusir masuk angin dengan cara meningkatkan panas (calor) akibat sirkulasi darah yang meningkat sehingga memberikan warna kemerahan (rubor), dan bukan mengeluarkan angin lewat pori-pori kulit. Bagi masyarakat awam, kerokan sering dipahami sebagai cara untuk “mengeluarkan angin” dari tubuh lewat pori-pori kulit. Padahal, angin atau udara tidak pernah masuk atau keluar lewat pori-pori kulit. Angin hanya bisa masuk atau keluar lewat organ pernapasan dan pencernaan. Lalu, hal yang patut diingat dan dilakukan bila Anda sudah kerokan adalah tidak mandi karena setelah kerokan terdapat peningkatan panas yang menyebabkan pori-pori kulit dalam kondisi terbuka. Lebih baik, sekalah kulit dengan lap basah (yang dicelupkan pada air hangat lalu diperas). Jika langsung dengan air dingin, sel-sel tubuh yang masih panas akibat kerokan akan terkaget bersentuhan dengan air dingin dan dapat membuat sel-sel tubuh tidak stabil.

Selain itu, Anda juga harus ingat bahwa kerokan hanyalah sebuah langkah pencegahan. Anda tetap harus ke dokter untuk mengkonsultasikan kondisi tidak enak badan Anda bila sakit Anda tidak kunjung sembuh atau bertambah parah. Selama sakit, lakukanlah hal-hal yang dapat membantu kesembuhan Anda, seperti banyak minum air putih, mengkonsumsi makanan dan minuman hangat yang bergizi, serta istirahat dan tidur secukupnya.

Sumber :
Bagian Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1973. Patologi. Jakarta: FKUI.
Didik G. T. Gambaran Histopatologi Kulit pada Pengobatan Tradisional Kerokan. Cermin Dunia Kedokteran. 2008; 160: 28-31. nicopoundra. com
Robbins, Stanley L. dkk. 1995. Buku Saku Dasar Patologi Penyakit Ed.5. Alih Bahasa: Prof. dr. Achmad Tjarta, Prof. dr. Sutisna Himawan, dr. A. N. Kurniawan. Jakarta: EGC.
www.gizi.net
www.indomedia. com
www.indomp3z. us

Lesson 1

1 – New Words From the Vocab Club

Our Daily Vocab Club has learned seven new words this week. Here are the seven new words:

Nominate = to appoint or propose for appointment to an office or place. (verb)
Off-the-wall = highly unusual. (adjective)
Pare = to trim off. (verb)
Quixotic = to be foolishly impractical. (adjective)
Raft = a flat structure, usually made of logs fastened together, for transportation on water. (noun)
Stalemate = a drawn contest in which to move allows your opponent to win. (noun)
Tenacious = to be persistent in maintaining or adhering to something. (verb)

The EnglishPractice Assistant is now shipping. Thank you to
all who finished your 60 words. When new students are done, they
will get a link to the new software!

Click here to visit the Daily Vocab Club
and learn more about our new words

2 – Student Essay

EnglishPractice welcomes your essay submission! Please visit the site to read other excellent essays. Read more opinions on men versus women’s role in society. The following essay was submitted by Haidilambauer.

Do power and wealth corrupt?

Yes, this statement sounds absolutely real to me. If you want to know why I think like that, just take a look around. Take a look at our world. Nowadays the one who has money, cars and all other possessions money can bring is the most successful one. The more powerful one gets, the more one wants to control everything and everyone living in the same society one does. This statement is especially true when we’re speaking about politicians. These strange beings, who see themselves as the most powerful people in the world, are very attracted to money and power. To me, people who are attracted to things like that should never become politicians. What does it take for one to become a leader? It takes faith, intelligence and also a good communication knowledge, among other abilities. If one is only interested in power, and how to get more powerful, one mustn’t choose to be a politician, because the society which is going to be led has much more needs than one’s needs for power can supply. So, this statement couldn’t be more real. To prove that it’s real, we just need to think about what kind of society we’re in living today.

3 – Comments About the Essay

Another excellent essay!  I really enjoyed reading the writer’s perspective on this topic.  Examples are clearly illustrated for us to follow the writer’s train of thought and flow of ideas.  It is another great example of the excellent writing ability of so many ESL students and their ability to express themselves so very well even on the most difficult of topics.  This was a very well done and enjoyable essay.  Thanks so much for sharing your thoughts with us!

There are no major mistakes in this essay.  In the second sentence you should say “If you want to know why I think this” or “If you want to know why I feel this way”.  These are simply the structures that are usually used.  Also, be careful of using “one”.  This is a great term but shouldn’t be used too many times in the same sentence.  Just try to use another pronoun form instead of repeating “one”.  This is hardly a serious issue however!  This is a very well written essay.  Your structure and style are easy to read and enjoyable.  Again thanks for sharing your thoughts with us and Good Luck with your future study.

Good Work Haidilambauer!!

4 – Animal Idioms

In our continuing look at idioms we will try some popular idioms involving animals.  Study these and then try the exercises that follow in Section 5.  We will continue our look at idioms in the coming weeks.

badger someone

- get someone to do something by repeated questions or by bothering them

I always have to badger my friend in order to make him return my computer game software.

bark up the wrong tree

- choose the wrong course of action

He is barking up the wrong tree. He accuses me of causing the computer problem but I was away at the time.


one’s bark is worse than one’s bite

- someone’s words are worse than their action

You shouldn’t worry about her. Her bark is worse than her bite and she is really a very nice person.

bet on the wrong horse

- misread the future

He is betting on the wrong horse if he keeps supporting the other city in their bid for the games.

bull in a china shop

- a person with no tact who upsets others or upsets plans

He is like a bull in a china shop so you should be careful if you invite him to your house for the weekend.

cash cow

- a good way to make money

The new business is a great cash cow. We are making a lot of money now.

cat get one’s tongue

- can’t speak because of shyness

The cat must have got her tongue. She did not saying anything at all.

cat nap

- a short sleep taken during the day

I had a cat nap during the afternoon so I would feel refreshed in the evening.

change horses in midstream

- make new plans or choose a new leader in the middle of an important activity

They have decided to change lawyers but I told them that they shouldn’t change horses in midstream.

copycat

- someone who copies another person’s work etc.

He is a copycat according to the other students in the class.

cry wolf

- give a false alarm, warn of a danger that is not there

He is crying wolf. There is no real danger or worry about the electrical system causing a fire.

curiosity killed the cat

- being too nosy may lead a person into trouble

You shouldn’t worry about what he is doing. Remember curiosity killed the cat.

dog-eat-dog

- ready or willing to fight and hurt others to get what one wants

It is a dog-eat-dog world outside the father said to his young son.

donkey’s years

- a very long time

I talked to my friend for a long time because I hadn’t seen her in donkey’s years.

5 – Quiz

Study the Animal Idioms in Part 4 and then complete the following sentences with the correct idiomatic phrase.  Answers are in section 8.

a) I’ve been up since four o’clock.  I think I’ll take a ______.
b) He only got the promotion because he’s been ______ the manager for it.
c) She may scream a lot but ______ is worse than ______.
d) I haven’t seen you since 1974.  It’s been ______!
e) Don’t tell anyone about this yet.  If we ______ now, it may be premature.
f)  What’s your response to the question?  Does the ______?
g) That man is so annoying! He always upsets others.  He’s like a ______.
h) You must be very aggressive in business.  It’s a ______ world!

6 – A History of Mother’s Day

The Origins of Mother’s Day

The earliest Mother’s Day celebrations can be traced back to the spring celebrations of ancient Greece in honor of Rhea, the Mother of the Gods. During the 1600’s, England celebrated a day called “Mothering Sunday”. Celebrated on the 4th Sunday of Lent (the 40 day period leading up to Easter), “Mothering Sunday” honored the mothers of England.

During this time many of the England’s poor worked as servants for the wealthy. As most jobs were located far from their homes, the servants would live at the houses of their employers. On Mothering Sunday the servants would have the day off and were encouraged to return home and spend the day with their mothers. A special cake, called “the mothering cake”, was often brought along to provide a festive touch.

As Christianity spread throughout Europe the celebration changed to honor the “Mother Church” – the spiritual power that gave them life and protected them from harm. Over time the church festival blended with the Mothering Sunday celebration . People began honoring their mothers as well as the church.

In the United States Mother’s Day was first suggested in 1872 by Julia Ward Howe (who wrote the words to the Battle hymn of the Republic) as a day dedicated to peace.  Ms. Howe would hold organized Mother’s Day meetings in Boston, Mass ever year.

In 1907 Ana Jarvis, from Philadelphia, began a campaign to establish a national Mother’s Day. Ms. Jarvis persuaded her mother’s church in Grafton, West Virginia to celebrate Mother’s Day on the second anniversary of her mother’s death, the 2nd Sunday of May. By the next year Mother’s Day was also celebrated in Philadelphia.

Ms. Jarvis and her supporters began to write to ministers, businessman, and politicians in their quest to establish a national Mother’s Day. It was successful as by 1911 Mother’s Day was celebrated in almost every state.  President Woodrow Wilson, in 1914, made the official announcement proclaiming Mother’s Day as a national holiday that was to be held each year on the 2nd Sunday of May.

While many countries of the world celebrate their own Mother’s Day at different times throughout the year, there are some countries such as Denmark, Finland, Italy, Turkey, Australia, and Belgium which also celebrate Mother’s Day on the second Sunday of May.

7 – Interesting Facts

1) The D.C. in Washington D.C. stands for “District of  Columbia.”
2) Statistics prove that deaf people live longer than hearing people.
3) One third of Canada’s population is located within 160 km radius of Toronto.
4)Construction started on the Tower of London in 1078.
5) Elizabeth I of Russia (1762) had over 15,000 dresses.
6) American Samuel F. B. Morse invented the morse code.
7) The world’s first iron bridge was built in 1782 at Coalbrookdale, England.
8) Elephants sleep about two hours a day.
9) Queen Catherine Howard, the fifth wife of Henry VIII, practiced her own execution with an axe and block in her cell.
10) McDonalds uses beef extract to flavor their french fries.

8 – Quiz Answers

Here are the answers from section 1:

a) cat nap
b) badgering
c) her bark is worse than her bite
d) donkey’s years
e) cry wolf
f)  cat have your tongue
g) bull in a china shop
h) dog eat dog

What will Bible do?

What Will The Bible Do for You?
Fred Wurst

"Your Word I have hidden in my heart, that I might not sin against You ...
This is my comfort in my affliction, for Your Word has given me life ...
Your Word is a lamp to my feet and a light to my path."
Psalm 119:11,50,105

Have you ever thought about reading the Bible? Have you ever asked yourself what it will do for you? Have you ever wondered why so many people all overthe world are reading it? Read on. The answer to these questions can be found in what's written below.

Why God Gave Us The Bible
God has always been trying to speak to man: "I have called and you refused" (Prov. 1:24). From the beginning, as Creator He has been trying to reach our hearts through His creation which surrounds us: "The heavens declare the glory of God" (Ps. 19:1). Now, He has given us His own Word in the form ofthe Bible, to communicate with us, develop a relationship with us, and prepare us for that inevitable meeting with Him (Rom. 14:12).

What The Bible Will Do
The Bible will light your way in this dark world (Ps. 119:105) by
introducing you to Jesus, who says, "I am the light of the world. He who follows Me shall not walk in darkness, but have the light of life" (Jn.8:12).
The Bible will convince you of your need for a Savior. Read it and you'll discover that many Old and New Testament accounts prove that "all have sinned and fall short of the glory of God" (Rom. 3:23).
The Bible will show you how much God loves you and what He has done for you:


"God demonstrates His own love toward us, in that while we were still
sinners, Christ died for us" (Rom. 5:8).
The Bible will present Jesus Christ
to you in His amazing life, sacrificial death on the cross for your sins, triumphant resurrection from the dead, and glorious ascension as a Man into heaven (1 Cor. 15:3-4). You will want to trust Him as your Savior!


The Bible will tell you how to obtain everlasting life: "For God so loved the world that He gave His only begotten Son, that whoever elieves in Him should not perish but have everlasting life" (Jn. 3:16).
The Bible will show you what your future will be like after you accept God's offer of salvation. When one of the criminals crucified with Jesus asked to be saved, Jesus said, "Today you will be with Me in Paradise" (Lk. 23:43).


It also says that as soon as a Christian dies he is "present with the Lord" (2 Cor. 5:8).
The Bible will warn those who reject God's offer of salvation: "The
unbelieving ... shall have their part in the lake which burns with fire and brimstone" (Rev. 21: 8).
The Bible says that "the Lord ... is not willing that any should perish but that all should come to repentance" (2 Pet. 3:9).

What Should You Do
Get a Bible and read it, starting with the Gospel of John. It will introduce you to Jesus Christ, your Savior, and it will start you on the road to everlasting life.
Would you like to meet the Jesus Christ of the Bible and accept His free gift of salvation?

Quoted from :youthhouse@YahooGroups.com

Kisah

KISAH DI BALIK LAGU

“SENTUH HATIKU”

“Indriatmo Atmo” <indriatmo.atmo@id.panasonic.com>

Dear all,

Mungkin banyak yang mendengar lagu sentuh hatiku, yang dinyanyikan oleh Maria Shandy. Akan tetapi di balik lagu itu ternyata ada sebuah kisah yang luar biasa.

Pencipta lagu ini adalah seorang anak Tuhan, dan kisah di dalam lagu itu adalah milik teman sekolahnya.

Temannya itu diperkosa oleh ayahnya sendiri dan menjadi gila, sehingga harus dipasung (dirantai) dirumahnya. Ia suka datang dan mendoakan anak itu sambil sesekali menulis lirik lagu.

Waktu pun berlalu. Dia pun pindah kota dan mulai sibuk dengan kegiatannya sendiri.

Suatu ketika anak perempuan itu menelpon dia. Tentu saja dia kaget bukan main, karena anak itu kan gila – dipasung pula. Kok sekarang bisa lepas, telpon pula?

Akhirnya anak perempuan itu bercerita:

Suatu hari entah karena karat atau bagaimana rantainya lepas. Satu hal yang langsung dia ingat, dia mau membunuh ayahnya! Tetapi saat dia bangun, ia melihat Tuhan Yesus dengan jubah putihnya, berkata : “Kamu harus maafin papa kamu.”

Tetapi anak itu tidak bisa dan dia terus menangis, memukul, dan berteriak..

Sampai akhirnya Tuhan Yesus memeluk dia dan berkata : “AKU mengasihimu.”

Walaupun bergumul akhirnya anak itupun memaafkan papanya. Mereka sekeluarga menangis dan bisa kembali hidup normal.

Dari situlah lagu “Sentuh hatiku” ditulis :

Betapa ku mencintai segala yang t’lah terjadi
Tak pernah sendiri jalani hidup ini, selalu menyertai
Betapa ku menyadari di dalam hidupku ini
KAU selalu memberi rancangan terbaik, oleh karena kasih

BAPA sentuh hatiku, ubah hidupku menjadi yang baru
Bagai emas yang murni, KAU membentuk bejana hatiku
BAPA ajarku mengerti sebuah kasih, yang selalu memberi
Bagai air mengalir, yang tiada pernah berhenti

Kasihmu ya TUHAN„tak pernah berhenti…

* * * * *

Kisah diatas sungguh-sungguh terjadi. Semoga bisa menginspirasi kita agar bisa merasakan kasih Tuhan yang luar biasa

English Practice

1 – New Words From the Vocab Club

Our Daily Vocab Club has learned seven new words this week. Here are the seven new words:

Utensil = a useful tool often found in a kitchen. (noun)
Agency = an establishment engaged in doing business for another. (noun)
By-and-by = before long. (adverb)
Compatriot = fellow countryman. (noun)
Drawback = an objectionable feature. (noun)
Escalate = to increase. (verb)
Farcical = to be ridiculous. (adjective)

The EnglishPractice Assistant is now shipping. Thank you to
all who finished your 60 words. When new students are done, they
will get a link to the new software!

Click here to visit the Daily Vocab Club
and learn more about our new words!


top

2 – Student Essay

EnglishPractice welcomes your essay submission! Please visit the site to read other excellent essays.  The following essay was submitted by An Ya Hui.


I am a girl who become very shy when I meet a boy who attracts me. I even do silly things because I am so nervous. I remembered one day I was in a bookstore and looking for a book. I was very concentrated until I realized the boy who I adored was standing in front of me. I pretended that I didn’t see him and stared at one book’s cover for seconds. Finally I decided to leave. I just walked for one step and then I hit piles of books next to me hardly and the books kept falling down with loud noise. That’s the most embarrassing moment that I have had.


top


3 –
Comments About the Essay

Thanks for sharing your embarrassing story with us!  This is a nice essay and one which I’m sure many people can relate to.  It’s always nice when we hear about someone’s personal experiences and feelings.  Again thanks for sharing this and I hope things went more smoothly after that!

There are a few points you should be careful with.  In the first sentence you should say “becomes” in order to agree with the noun “a girl”.  Also be careful of the word “hardly”.  Many students have difficulty with this word.  Remember that “hardly” means “not very much”.  I think you may want to simply say “hard” in this sentence.  This is a common mistake.  This is a nice essay, thank you for sharing it with us.  Good Luck with your future study of English!

Good Work An Ya Hui !!


top

4 – Body Idioms

In our continuing look at idioms we will try some popular idioms involving parts of the body.  Study these and then try the exercises that follow in Section 5.  We will continue our look at idioms in the coming weeks.

behind one’s back

- when one is absent or without one’s knowledge, secretly

He doesn’t like people who talk behind his back.

cold shoulder

- unfriendly treatment of a person

The office staff gave me the cold shoulder when I did not go to the going away party.

get under one’s skin

- bother, upset

She is beginning to get under my skin with her constant complaining about the noise.

jump out of one’s skin

- be badly frightened, be very surprised

I almost jumped out of my skin when I saw my girlfriend at the movie theater with someone else.

neck and neck

- equal or nearly equal in a race or contest, tied

The two horses were running neck and neck until the end of the race.

off one’s chest

- tell something to someone so it doesn’t bother one anymore

I talked to my friend for a long time and was able to get my problems off my chest.

pain in the neck

- an obnoxious or bothersome person or event

The customer is a pain in the neck and is always complaining about something.

scratch one’s back

- do something kind and helpful for someone in the hope that they will do something for you

If you scratch the supervisor’s back he will help you when you need help.

shove something down one’s throat

- force one to do or agree to something not wanted or liked

The workers were angry because the boss tried to shove the new regulations about uniforms down their throats.

skin-deep

- only on the surface, not having any deep or honest meaning

I believe that the speaker’s interest in the environment is only skin-deep.

stab in the back

- say or do something unfair that harms a friend or someone who trusts you

My friend stabbed me in the back even after I made an effort to help him get a job.

to the bone

- entirely, to the core, through all layers

He was wet to the bone after staying out in the rain for two hours.


top

5 – Quiz

Study the Body Part Idioms in Part 4 and then complete the following sentences with the correct idiomatic phrase.  Answers are in section 8.

a) I was given the ______ for not helping to pay for the birthday gift.
b) Don’t worry about how you look.  Beauty is only ______!
c) I almost ______ when I saw that horror movie!  I was very scared.
d) We’ll have to plan the surprise party ______, so she doesn’t know.
e) I’ll help you if you help me.  ______ and I’ll scratch yours.
f)  The candidates were ______ until the final vote was counted.
g) That barking dog is really ______!
h) That man is a very bad person.  He is bad ______.


top

6 – Green Tea

Green Tea has long been valued in China for its miraculous medicinal properties for the maintenance of good health. It has been said in China “it is better to drink Green Tea than take medicine”.

Green Tea has been receiving much attention lately.  As a result, we now have many medical reports and studies by accredited institutions concluding that Green Tea does contain many healthful and healing properties.  Drinking Green Tea has been shown to provide the human body with numerous health enhancing components.  Green Tea contains a very high value of Catechin polyphenols that have antioxidant properties that are known to fight against cancer.  In addition, Green Tea provides Polysaccharides, Flavonoids, Vitamin B complex, Vitamin C (there’s more vitamin “C” in one cup of green tea than in an orange), Vitamin E, R-Amino Butyric Acid and Fluoride in it’s natural state.

Green tea has higher values of medicinal properties than other teas, because of the special way in which it is dried.  This traditional drying technique prevents the tea from the negative effects of fermentation. The now widely recognized health benefits of Green Tea have been mentioned in many newspapers and journals including CNN, USA Today, New York Times, Chinese Daily News, Journal of  National Cancer Institute, numerous US Universities and Research Centers.  Some of the findings that have been established are:

GREEN TEA can help reduce the risks of esophageal, (the tube through which food passes from the pharynx to the stomach) skin and many other forms of Cancer, mainly by its highly significant antioxidant properties.
GREEN TEA can help to lower cholesterol and cuts the risk of stroke in men. (American Medical Association).

GREEN TEA can help suppress and reverse aging, and refreshes the body with it’s high Vitamin B content that helps the human body better deal with stress, and release more energy.

GREEN TEA can help restrain the growth of various bacteria that cause disease.

GREEN TEA can help stop cavities because of it’s rich Fluoride content present in it’s natural form, and can help prevent bad breath.

GREEN TEA helps constipation.

The report of the National Cancer Institute about the Cancer preventing abilities and Cancer fighting components of Green Tea has added new life to the market trend of this precious commodity, Green Tea.  We know that people all over the world are discovering the amazing benefits of this fresh and all natural health product, making it the most popular health product of all time.  More and more people who have in the past relied on expensive man made anti-oxidant products are finding it very economical to switch to all natural, and flavorful Green Tea. The fact is, today world wide tea consumption is surpassed by only one other beverage, and that beverage is…. you guessed it! Water.


top

7 – Interesting Facts

1) King Edward VIII of England acted in films.
2) Rats’ teeth are sometimes worn as earrings in Cameroon.
3) Adolf Hitler was a vegetarian.
4) Cockroaches have a high resistance to radiation.
5) The first pressure cooker was demonstrated in the 1600’s.
6) Some lizards change color in response to their moods.
7) The true shape of the earth is an oblate spheroid.
8) The holes in swiss cheese are created by carbon dioxide gas.
9) Everyday, blinking causes the eye to be closed for about 1/2 an hour.
10) Elephants are the only animals that cannot jump.


top

8 – Quiz Answers

Here are the answers from section 1:

a) cold shoulder
b) skin deep
c) jumped out of my skin
d) behind her back
e) You scratch my back
f)  neck and neck
g) getting under my skin or a pain in the neck
h) to the bone


top

9 – Tell Your Friend

If you want to have this information newsletter sent to a friend,
you can now do the following:
Go to http://www.englishpractice.com/friend.htm and
fill in the form.


top

10 – Removal

If you are no longer interested in receiving this newsletter, you
may remove your name here.

If you do not have access to this web page then
please send a message to newsletter@englishpractice.com with your
e-mail address in the subject.
Thank you.


top

11 – Feedback

Englishpractice.com is interested in hearing your opinions
about our latest announcements and developments. Please forward
your comments to info@englishpractice.com.