Tata Bahasa Tagmemik

Oleh

Maxi Lengkey

Teori tagmemik pertama-tama dikembangkan oleh Kenneth L Pike, dan digunakan Summer Institute of Lingusitics (SIL) untuk pelatihan analisis bahasa. Kemudian  dikembangkan oleh  Longacre (1965); Cook (1969), (1971); Thomas (1986)  di Indonesia teori ini dapat dilihat pada karya Ba’dulu dan Herman (2005).

Unit Analisis Tagmemik

Unit utama analsis tagmemik adalah tagmem yang berhubungan dengan fungsional slot dan kategori yang mengisi slot. Istilah tagmem pertama kali disebutkan oleh Bloomfield (1933) yaitu unit terkecil dari bentuk gramatika yang memilki makna. Sementara itu Pike (1958) menggunakan tagmem dengan istilah grameme pada mulanya yang kemudian diubah menjadi tagmem. Parera (1993:61) mengemukakan bahwa tagmem –tagmem adalah hubungan fungsi, bentuk yang didistribusikan dalam konstruksi bahasa, atau korelasi dari sebuah fungsi gramatikal dalam gatra dengan kelas (kelompok) unsur-unsur yang bergantian mengisi gatra tersebut.

Elson dan Pickett (1962:57) mendefinisikan tagmem sebagai unit gramatikal, yaitu korelasi antara fungsi gramatikal atau slot. Korelasi slot ini memiliki sebuah distribusi dalam hirarki gramatikal bahasa.

1) Slot

Slot merupakan posisi dalam kerangka konstruksi, slot menunjukan hubungan gramatikal   serta menunjukan peran bentuk dalam kosntruksi kalimat. Jadi, subyek, obyek, lokasi, modifikator, inti merupakan slot .

2) Kelas Pengisi

Kelas pengisi terdiri atas semua unit yang mengisi slot. Kelas pengisi merupakan suatu kelas distrubusi misalnya, subyek diisi oleh pronomina persona, frasa nomina, predikat diisi oleh verba, adjektiva dan lain-lain

3) Notasi Tagmemik

Semenjak tagmem merupakan hubungan antara slot dan kelas pengisi , slot biasanya dilambangkan dengan huruf besar yang menunjukan fungsi khusus misalnya (S untuk subyek,O untuk obyek) dan bentuk kelas digunakan juga huruf besar apabila sebagai frasa ( N untuk frasa nomina, V untuk frasa verba), dan nama singkatan dalam huruf kecil apabila itu merupakan kata ( loc untuk istilah lokasi, tem untuk temporal, n untuk nomina, v untuk verba). Tanda bagi (: ) selalu diletakan antara dua hubungan. Selanjutnya tagmen wajib ditandai oleh tanda plus ( +) tanda tidak wajib ditandai oleh minus (-).

4) Jenis-Jenis Tagmem

Ada berbagai jenis tagmem tergantung tipe konstruksi dimana mereka muncul. Jenis-jenis tagmem tersebut yaitu, (1) wajib yang ditandai dengan tanda plus (+)  dan(2) tidak wajib yang ditandai dengan tanda minus (-), (3) tagmen inti yaitu tagmem yang bisa menjadi wajib ataupun tidak wajib , (4) tagmem periferi yaitu tagmen yang kehadirannya tidak wajib.

Teori tagmemik  terdiri atas komponen- komponen, yaitu  komponen tata bahasa (gramatika), dan komponen leksikon. Komponen tata bahasa merupakan serangkaian pernyataan sintaksis mengenai struktur kalimat, struktur klausa, struktur frasa dan struktur kata. Setiap konstruksi pada tiap tingkat diformulasikan  dalam kaitannya dengan satuan-satuan tagmem, yang secara eksplisit memberikan penjelasan baik fungsi maupun bentuk setiap unsur dalam konstruksi. Komponen kedua adalah  leksikon. Leksikon mendaftarkan satuan-satuan bentuk dari bahasa, disertai klasifikasi dan maknanya (glos). Terakhir, komponen fonologis memberikan pada kalimat memberikan  realisasi fonetis dalam bahasa tersebut.

Contoh dalam bahasa Melayu Manado di bawah ini akan menjelaskan organisasi teori tagmemik mulai tataran sintaksis sampai tataran kata yang menjadi pusat penelitian. Contoh di bawah ini akan menjelaskan organisasi teori tagmemik dengan  mulai dari tataran sintaksis sampai pada level kata .

Tata Bahasa (Grammar)

Konstruksi pada tataran kalimat:

contoh:  dorang samua makang nasi

3rdPl  semua makan   nasi

‘mereka semu makan nasi’

kalimat sederhana = + Dasar : klausa transitif – Intonasi

Rumusan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut sebuah kalimat sederhana terdiri dari sebuah dasar wajib yang diisi oleh klausa transitif dan diakhiri oleh Intonasi

Konstruksi pada tataran klausa:

Klausa transitif (tCl) = +S: N: + P :tv(verba transitif) + ±O:N

Penjelasan rumusan di atas adalah klausa transitif terdiri dari sebuah subyek wajib yang diisi oleh frasa nomina , sebuah predikat wajib yang diisi oleh verba transitif dan obyek tidak wajib yang memiliki kategori frasa nomina.

Konstruksi pada tataran frasa :

N1= ± det + ± mod + inti :n1

N2 = ± det + ±mod + inti : n2

tV= + H: tV

Penjelasan rumusan di atas, sebuah frasa nomina yang memiliki dua inti dimana frasa nomina pertama terdiri dari sebuah determiner yang optional , modifier yang optional serta inti nomina wajib. Frasa nomina kedua memiliki determiner yang opsional , modifier yang juga opsional serta inti nomina wajib. Ketiga sebuah frasa verba yang memiliki inti verba transitif yang wajib.

Konstruksi pada tataran kata :

Contoh di atas, dorang samua makang nasi ‘mereka semua makan nasi’ konstruksi ini terdiri dari masing-masing satu morfem bebas sehingga tidak perlu direpresentasikan dalam konstruksi morfem-morfem lain langsung masuk menjadi sebagai morfem bebas. Untuk memperjelas konstruksi pada tataran kata lihat pembahasan contoh di bawah ini ,  pangmakang ‘orang yang sering makan’

Konstruksi tagmemiknya:

Sebuah nomina = + inti : verba transitif (tv) + pn {pang-}, penjelasan sebuah nomina memiliki verba transitif sebagai inti dan penanda nomina.

Leksikon

dorang                         dasar nomina(n1)        ‘orang ke tiga jamak’

samua                          dasar adverb                ‘semua’

makang                        dasar verba                  ‘makan’

nasi                              dasar nomina (n2)       ‘nasi’

{paŋ-}                         pn(penanda nomina)   ‘pelaku’

Daftar Pustaka

Aarts Floor dan Aarts Jan, 1983. English Syntactic Structures. Functions and Categories In Sentence Analysis.

Badu’lu, Muis A dan Herman. 2005. Morfosintaksis. Jakarta : PT. Rhineka Cipta.

Chomsky, Noam. 1965. Aspect of the theory of syntax, Cambridge, Massachussetts : The MIT Press.

Chomsky, Noam. 1972. Language and Mind. New York : Hartcourt Brace Jovanovich.

Cook, Walter. 1969. Introduction to Tagmemic Analysis. New York : Holt, Rinehart and Winston,Inc.

Elson Benjamin dan Velma Pickett. 1962. An Introduction to Descriptive Linguistics. California : Summer Institute of Linguistics Santa Ana.

Tondo, Fanny. H. 2004. Kajian Klausa Sub ordinat Dalam Struktur Bahasa Melayu Manado.(tesis). Denpasar : Universitas Sam Ratulangi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: